Selasa, 01 Mei 2012

Makalah Bola Voly

BAB I
PENDAHULUAN

I.    SEJARAH
Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada 1895. Dia adalah seorang pemain pendidikan jasmani pada organisasi “Young Man Christian Association” (YMCA) di kota Massachuss Amerika Serikat. Mula-mula permainan bola voli diberi nama “MINTONETTE” karena permainannya hanya serupa dengan permainan badminton. Jumlah pemain tidak terbatas,sesuai dengan tujuan semula hanya untuk mengembangkan kesegaran jasmani para buruh disamping bersenam umum.
Kemudian permainan ini diubah menjadi “Volley Ball” yang artinya lebih kurang memvoli bola berganti-ganti. Pada tahun 1892 YMCA berhasil mengadakan kejuaraan nasional bola voli di negara AS. Pertandingan bola voli yang pertama pada 1947 di Polandia. Pada 1948 IVBF (International Volley Ball Federation) didirikan dengan beranggotakan 15 negara dan berpusat di Paris.
Dalam perang dunia II permainan ini tersebar di seluruh dunia terutama di Eropa dan Asia. Setelah perang dunia II prestasi dan popularitas permainan bola voli di AS menurun, sedangkan di negara lain, terutama Eropa Timur dan Asia, berkembang sangat pesat dan massal, Indonesia mengenal permainan bola voli sejak 1928, yaitu pada zaman penjajahan Belanda.
Permainan bola voli di Indonesia berkembang sangat pesat di seluruh lapisan masyarakat, sehingga timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan dasar itulah maka pada 22 Januari 1945 PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) didirikan di Jakarta bersama dengan kejuaraan nasional yang pertama. Pertandingan bola voli masuk acara resmi setelah 1962 perkembangan bola voli seperti jamur tumbuh di musim hujan.

BAB II
PEMBAHASAN

Peraturan permainan bola voli
a.    Bola pada net
       1)    Bola melewati net
                 a)    Bola yang dipantulkan ke daerah lawan harus melewati atas net di dalam ruang lintasan bola. Lintasan bola itu adalah bagian dari latar vertical net yang dibatasi tepian atas net sebagai berikut :
(1)    Disebelah bawah net dengan ketinggian dari batas net
(2)    Disampingnya dengan antena/rod dan perpanjangan garis imajinasi (bayangan)
(3)    Disebelah atas dengan langit-langit
b)    Bola mengarah ke pihak lawan melalui sisi luar lintasan bola dapat dimainkan lagi asalkan pada saat bola itu disentuh belum seluruhnya melewati latar vertikal net.
c)    Bola dinyatakan “keluar” apabila bola itu seluruhnya melewati ruang vertikal dibawah net.
2)    Bola menyentuh net
Sewaktu bola melewati atas net, bola itu boleh menyentuh termasuk bola servis.
3)    Bola di net (selain bola servis)
a)    Bola yang dipantulkan ke net boleh dimainkan kembali dengan batas tiga kali bagi regu yang bersangkutan
b)    Jika bola yang dipukul pada net merobek mata jala atau net menjadi rusak, permainan dihentikan dan permainan diulangi.

b.    Pemain sekitar net
1)    Daerah permainan dan tempat
Setiap regu harus bermain di daerah dan ruang permainannya sendiri. Sejauh mungkin bola dapat dimainkan dari daerah bebas.
2)    Jangkauan melewati net
a.    Dalam melakukan bendungan, seseorang boleh menyentuh bola di daerah lawan, asalkan dia tidak mengganggu permainan lawan, sebelum atau pada saat sentuhan serangan terakhir.
b.    Seorang pemain diperkenankan melewatkan tangannya didaerah lawan sesudah melakukan serangan, asalkan sentuhan itu telah dilakukannya dalam daerahnya sendiri
3)    Memasuki (melewati) di bawah net
a.    Diperkenankan untuk melewati ruang permainan lawan dibawah net, asalkan tidak mengganggu permainan lawan
b.    Masuk ke dalam lapangan lawan
1)    Menyentuh garis tengah dengan kaki adalah salah ketika mengambil bola
2)    Bagian-bagian dari badan dilarang menyentuh lapangan lawan dalam usaha mengambil bola
c.    Seorang pemain boleh memasuki lapangan lawan setelah bola berada di luar permainan. Seorang pemain boleh memasuki daerah bebas lapangan lawan, asalkan tidak mengganggu permainan lawan

c.    Servis
1)    Definisi
Servis adalah suatu tindakan untuk memasukkan bola ke dalam permainan pemain belakang kanan, yang memukul bola itu dengan satu tangan atau lengan dari daerah servis.
2)    Servis pertama dalam satu net
a.    Servis pertama pada set 1 dan 5 dilakukan oleh regu yang memperoleh hak untuk servis dari hasil undian
b.    Set berikutnya dimulai dengan servis oleh regu yang tidak melakukan servis pertama pada set sebelumnya.
3)    Urutan sevis
a.    Para pemain harus mengikuti urutan servis
b.    Setelah servis pertama dalam suatu set, pemain yang melakukan servis ditentukan sebagai  berikut :
(1)    Jika regu yang servis memenangkan reli, maka pemain yang sama melakukan servis kembali
(2)    Jika regu penerima servis memenangkan reli, maka regu itu memperoleh giliran servis dan berputar. Pemain dari posisi depan kanan bergeser ke posisi belakang kanan untuk melakukan servis.

4)    Kewenangan untuk melakukan servis
Wasit pertama memberi hak untuk servis setelah ia mengecek bahwa pemain yang servis telah memegang bola di daerah servis dan kedua regu telah siap untuk bermain
5)    Pelaksanan servis
a.    Pada saat melakukan servis atau melakukan servis sambil meloncat, pemain servis tersebut tidak boleh menginjak lapangan (termasuk garis akhir) maupun lantai di luar daerah servis. Setelah memukul bola, dia boleh melangkah atau mendarat di luar daerah servis ke dalam lapangan.
b.    Pemain yang servis harus memukul bola dalam waktu 5 detik setelah wasit pertama menyembunyikan peluitnya.
c.    Servis yang dilakukan sebelum wasit membunyikan peluit harus dibatalkan atau diulangi
d.    Bola harus dipukul dengan satu tangan atau satu bagian dari lengan setelah dilambungkan atau dilepaskan secara jelas dan sebelum bola itu menyentuh lantai.
6)    Persiapan melakukan servis
a.    Jika bola yang dilambungkan atau dilepaskan oleh pemain yang servis jatuh ke lantai tanpa disentuhnya, maka hal itu ditetapkan sebagai usaha servis
b.    Setelah suatu usaha servis terjadi, wasit harus segera memerintahkan pemain yang bersangkutan untuk melakukan servis kembali tanpa menunda waktu dan servis harus dilakukan dalam waktu 3 detik
c.    Hanya sekali persiapan servis yang diperkenankan.



Gambar Lapangan Bola Voly


BAB III
PENUTUP

1.    KESIMPULAN
Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efektif dan efisien sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal.
Servis adalah suatu tindakan untuk memasukkan bola ke dalam permainan oleh pemain belakang kanan, yang memukul bola itu dengan satu tangan atau lengan dari daerah servis.
Wasit pertama memberi hak untuk servis setelah dia mengecek bahwa pemain yang servis telah memegang bola di daerah servis dan kedua regu telah siap bermain.

2.    SARAN
Para pemain bola voli harus mengetahui peraturan permainan bola voli agar tidak sembarangan atau semaunya saja dalam bermain. Seorang pemain yang baik adalah pemain yang selalu taat dengan peraturan yang telah ditetapkan dan tidak melanggar peraturan permainan bola voli.
Dengan taatnya terhadap peraturan permainan maka tercapailah hasil yang optimal.


DAFTAR PUSTAKA

Muklis, S.Pd & Raharjo, S.Pd. 2009. Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Klaten Utara : Grafika Dua Tujuh

Drs. Muhajar. M.Ed. 2006. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesenian. Jakarta : Erlangga

Muhajar. 2006. Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan Untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan YME atas berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Penjaskes tentang “Permainan Bola Voli” dengan baik dan benar. Rasa terima kasih juga kami sampaikan kepada guru pembimbing yang telah membantu kami menyusun makalah ini.
Setalah kami memperlajari tentang permainan bola voli, dan membuatnya jadi sebuah makalah. Ternyata permainan ini sangat asyik untuk dimainkan. Selain itu kami juga bisa memahami peraturan permainan yang benar, sehingga kami bisa bermain bola voli dengan baik dan tidak asal main saja.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangannya, untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menyempurnakan makalah kami selanjutnya.  Atas kritik dan saran yang diberikan kami ucapkan terima kasih.


Makarti Jaya,    Juni 2011


Penulis



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL        i
KATA PENGANTAR        ii
DAFTAR ISI        iii
BAB I PENDAHULUAN        1       
1.1    Sejarah        1
BAB II PERMASALAHAN        2       
2.1.    Lapangan (PETA)        5
BAB III PENUTUP        6
3.1.    Kesimpulan        6
3.2.    Saran        6
Daftar pustaka        7


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar